facebook instagram linkedin
  • Salam Kenal
  • Profil
  • Kesehatan
  • Berita Terbaru
  • Kisah Lama
BLOGNYA ARGANDRING


Lombok, yaudah gapapa


Akhir - akhir ini aku sering mendengar kabar bunuh diri. Bahkan banyak dari mereka masih berstatus mahasiswa. Ah, padahal dulu saat aku menjadi mahasiswa rasanya seperti ingin mengubah dunia. Memiliki semangat membara berada disekitar orang - orang penuh ambisi. Tertular energy positif, jam setengah 6 udah bangun lari pagi, rapat ini dan itu. Rasanya sibuk sekali. Kalau boleh, aku kembali ke masa itu, akan kumanfaatkan lebih baik lagi.

Aku hanya anak desa yang dari kecil bermimpi untuk bisa menjadi mahasiswa, karena berharap dengan kuliah bisa merubah nasib. 

Pergi dari desaku lalu bekerja, nabung dan kaya bisa keliling dunia menjadi seseorang yang penuh percaya diri. 

Entahlah aku dulu sangat ingin meninggalkan desaku itu, karena sering mendengar orang - orang saling rasan - rasan dan aku tidak menyukai hal itu. Namun bagaimana bisa aku malah menjadi orang yang melakukan hal itu. Yaa, aku lumayan sering rasan - rasan dan tergolong sangat julid. Membicarakan orang lalu menertawakan atau meneteskan air mata untuk kisah hidup orang lain, yang kadang bahkan aku tidak mengenalnya secara dekat. Ya gimana ya, kenapa aku malah menjadi orang yang tidak aku sukai. Memang benar, musuh terbesar adalah diri sendiri.

Setelah bekerja dibeberapa perusahaan kecil aku selalu merasa hidup dan perjuanganku selama ini sia - sia. Aku hanyalah seorang manusia yang bodoh, tolol tidak berkemampuan apapun. Jauh dari kata sukses.

Melihat kanan - kiriku, semua profesi seperti Guru, Teller Bank, Dokter, Perawat, Bidan, DPR, Pemerintah, Teknisi yang dulunya adalah teman - teman bapakku sekarang adalah teman - temanku dan merasa hah udah sampai di tiitk ini ya, lalu bagaimana orang akan menyebutku ? anak desa yang kuliah tapi hidupnya tetap gitu - gitu aja ?

Kenapa aku harus memikirkan omongan orang ?

ya kadang omongan orang bisa menambah motivasi dan semangat, tapi bisa juga membuat emosi dan membunuh wkkwkw eh jangan membunuh karena dosaku yang lain masih banyak. Sabar sabar tenang, gapapaa

insecure dengan pencapaian teman - teman yang udah jadi profesi - profesi keren, bener bener iri kadang, tapi aku kan ga tau ya gimana mereka bisa mencapai titik itu. Semua sudah ada porsinya, dan ya memang usahaku aja yang kurang. Lalu aku bertanya pada diriku, 

Aku berjuang sejauh apa atau malah aku tidak pernah berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, malah hanya mencari - cari alasan supaya tidak  menerima pertanyaan dan tidak mendengar pendapat orang jadi saat kecil aku ingin pergi dari desaku ? 

Aku pikirkan berulang kali, sebenarnya apa tujuanku hidup ? bagaimana aku melalui hidupku 30 tahun ini. Pikirku Harus menjadi sesuatu sebelum aku mati, aku pernah bercita - cita memiliki rumah belajar untuk anak - anak didesaku yang kurang beruntung. Meminjamkan banyak buku dan alat peraga untuk belajar supaya mereka bisa enjoy dengan buku, ya meskipun aku tidak begitu hobi membaca tapi aku lumayan suka membaca buku dan ingin menularkan sedikit hal baik.

Sejauh ini, masih berupa cita - cita sih karena saat ini aku berusaha untuk membangkitkan semangat dan ambisi - ambisiku. 

Ah, gapapa kok ga ada kata terlambat

Gapapa kok masih belum jadi apa - apa, asal jangan sampe keterusan.

Belajar terus ya, jangan pernah nyerah, jangan pernah.

Sedih dan gagal itu gapapa, yan ga boleh menyerah dan putus asa.

Juli 14, 2024 No Comments




Dulu aku merasa usia 30 adalah usia yang sudah tua dan berpikir saat sudah diusia itu aku memiliki karir dan semua barangimpian. Ternyata waktu nerjalan begitu cepat dan saat ini usiaku 30 tahun. Alih - alih memiliki karir yang bagus, aku masih harus dihadapkan dengan berbagai pengalaman yang berharga. Karena baru saja mengalami layoff . Kedengarannya menyedihkan, tapi ternyata happy juga mengalami layoff karena mendapatkan dana kompensasi yang bisa untuk membeli beberapa barang impian. aduh ini sih gak bener ya, harusnya lebih semangat lagi cari pekerjaan baru.


Adaptasi dengan keadaan, menjadi ibu rumah tangga atau fulltime mommy kukira membuatku lebih santai,nyatanya kerjaan bejibun ga ada habisnya, dari bangun tidur sampai malam ada aja kerjaan. Gak heran sih kenapa banyak emak - emak yang galak, karena emang gadapat waktu istirahat. Load  kerjaan yang menurutku overload banget wkkwkw secara kalau kerja dikantor kan cuma 09.00 to 18.00 sisanya dirumah hiburan sama suami dan anak, dan nyuci piring, nyapu ngepel, nyuci baju adalah refreshing bagiku. tapi setelah jadi working mom, aduh sumpah deh ini cucian kok gak kelar kelar, ini piring ada aja yang kotor, napa sih heran padahal dulu ga sebanyak ini. Ya iyalah dulu kan ada yang bantuin, dan yang terpenting ada yang bantuin momong, ini sungguh membantu. Jadi mungkin terasanya karena memang benar benar melakukan semuanya serba sendiri, padahal masih dibantuin orang - orang terdekat lo, tapi akunya aja yang kurang bersyukur.


Kemarin ketemu sama Dewis, ngobrolin tentang semuanya di 30 tahun ini, ternyat akita sekarang udah dewasa ya, dokter, bidan, guru, satpam, teller,  chef yang dulunya adalah teman - teman orang tua kita sekarang adalah teman - teman kita.  Iri dengan pencapain teman - teman yang udah pada berkeluarga, punya rumah, punya mobil yang semua itu dicita - citakan sewaktu kecil. Mereka sudah bisa membeli semua barang yang mereka inginkan, sempet insecure. Tapi setelah dipikir - pikir lagi, kita hebat banget ya Wis karena masih waras di usia ini dan yang paling bikin hati tenang adalah tidak punya hutang dan masih memiliki teman yang bisa ditemui. Padahal saat ini, teman yang bisa ditemui itu udah jarang banget, karena mereka udah sibuk dengan kehidupannya sendiri dan ya memang kebutuhannya saat ini adalah untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, tidak seperti dulu yang butuh main.

Pertemuan kemarin sangat membahagiakan bagiku, karena bisa menambah energi yang selama hampir 8bulan ini aku selalu merasa sendirian, gak punya temen lagi dan merasa jadi manusia paling menderita di kecamatan wkwkwk 

Kita tidak pernah tahu apa yang dikorbankan orang lain sampai mereka menggapai mimpinya, dan semua orang sudah memiliki porsi masing - masing sehingga iri itu boleh jika urusan akhirat dan urusan duniawi boleh juga sih iri asalkan membuat motivasi supaya lebih bekerja cerdas bukan malah iri lalu mencari - cari kesalahan orang lain. eh tapi ada loh yang manusia job descnnya emang mencari - cari kesalahan orang lain lalu menyebarkannya. Jadi kalau ada orang julid kayak gitu yaudah sih emang itu job desc nya. Lagian yang penting kan urusin diri sendiri supaya lebih baik dari sebelumnya, bukan menjadi lebih baik dari orang lain tapi dari diri kita sebelumnya. Toh sebenernya aku adalah manusia yang lumayan julid, apa aja aku kasih komen pedas tanpa berpikir panjang. Tapi komen itu ya sebatas komen aja, lek jarene Dewis omongan ngguak wkkwkwwkkw

Meskipun begitu, mohon maaf ya teman - temanku semuanya karena aku sadar bahwa lembeku turah - turah dan kalau ngomong ga ada filternya, sehingga kalian tersakiti dengan omonganku. Jujur aku ga bermaksud begitu, aku bermaksud kita tetap berteman ya meskipun aku ngawur kalau ngomong, tapi apakah kalian masih mau berteman denganku ? 

Terimakasih ya, buat semua teman - temanku yang sampai detik ini masih keep in touch sama aku, kalian itu benar - benar berarti bagi hidupku. Semua temanku adalah orang yang baik, meskipun kadang lambene gak due agama tapi mereka kelakuannya baik banget. Ini semua berkat doa orang tuaku sehingga selalu bertemu dengan orang - orang yang baik.

Sungguh, aku tanpa doa orang tua tidak ada apa - apanya karena aku sangat lemah doa orang tuaku yang selama ini melindungiku. Semoga orang tuaku selalu sehat, panjang umur, rejekinya melimpah.


Ah, di 30 tahun ini jadi lebih memaklumi orang lain. Kalau kemarin diklakson mobil box berkali - kali, kata Dewis, yaudah sih biarin aja supaya hati sopirnya lega. Lah kan menyebalkan ya, kami sebagai pengendara scoopy kaget banget woy. 


Juga seharusnya di 30 ini, memiliki keahlian khusus sehingga bisa digunakan untuk survive, lah aku ? aku ga punya keahlian apa -apa, ga punya hobi dan bener - bener merasa jadi makhluk paling bodoh didunia ini. Padahal udah sekolah sejak 5 taun sampe usia 24 tahun, belum lagi training yang sampai saat ini masih aku ikuti, belum lagi belajar otodidak lainnya jadi total belajarku sepertinya ya 30 tahun kwkwkw tapi jujur kenapa aku masih sebodoh ini ya Allah, tidak memiliki keahlian apapun dan ya hidupku masih belum banyak berubah. Eh tapi kata Dewis lagi, mungkin kita berubah tanpa menyadari perubahannya. Kalau lihat foto nasi goreng di atas, kayaknya itu gambaranku persis deh, soalnya ga ada fokusnya semua tergambar sama. Kan harunya ada object yang jadi focus dan object yang jadi background ya, lah kehidupanku ini serasa kayak di foto itu gak jelas. Padahal cita - citaku adalah jadi orang yang sehat, rajin olah raga, kaya raya dan suka menolong. semoga segera terwujud yaa. Amiin 

BTW si Dewis ini kalimatnya udah kayak quote - quote di buku aja, eh lupa dia kan emang hobby banget baca buku dan kemarin mau - maunya nganterin ke gramedia dan dia yang momong anakku. Dia emang baik sih, kayak apa ya ah baik pokoknya, dan penting banget dia tuh anak tengah jadi katanya sih sering ngalah dan entahlah keinginannya saat ini adalah memiliki anak, sedangkan dia belum menikah. Bagi siapapun yang ga sengaja baca ini cowok ya, yang mau nikah bolehlah kenalan sama Dewis kali aja cocok. Dia udah berdikari loh, Bidan pula info detailnya ntar DM aja. Hahaha


Intinya adalah maklumin aja job desc orang - orang disekitar kita, selama gak ganggu kita yaudah sih biarin mereka melakukan job descnya, kalo ada yang julidin emang ga pernah julid ya ? ya aku sih sering banget julid. wkwkwk 

Juli 13, 2024 No Comments

 18 Desember 2023 lalu aku mendapatkan kabar yang sudan lama aku takutkan, yaitu aku terdampak layoff. Kaget sih, kenapa secepat ini. dikasih tau last day tanggal 22 Desember 2023 yang artinya 4 hari dari pengumuman itu. Perasaan tidak jelas antara sedih, takut dan binggung.

Sedih lah pasti karena tidak akan mendapatkan pekerjaan, tidak bertemu teman - teman onlineku, dan harus memulai banyak hal dari awal.

Takut, takut bakal lama mendapatkan pekerjaan baru.

Binggung, harus bagaimana memulai dan menata rencana yang apa dulu.

Semua pasti sudas digariskan oleh Allah, artinya harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan pekerjaan baru. Aku percaya ketika berusaha dan berdoa pasti Allah akan kabulkan. Karena didunia ini tidak ada yang tidak Mungkin jika berpasrah kepada Allah.

Satu hal yang Aku syukuri Adalah, suamiku tidak masalah jika aku mendapat layoff dan didukung untuk ikut pelatihan dulu supaya menambah skill demi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.


Januari 07, 2024 No Comments
Photo by Artsy Vibes on Unsplash



Dari umur 12 tahun, aku sudah harus berpisah dengan orang tuaku dan hanya berjumpa saat libur sekolah. Kadang aku iri dengan teman - temanku yang rumahnya deket sekolah karena mereka tidak perlu ngekos di usia remaja. 

Tinggal di kos - kosan sejak remaja membuat aku tidak begitu dekat dengan keluargaku, aku tidak leluasa bercerita apapun tentang kehidupanku, menjadi canggung, sehingga akhirnya aku hanya bisa bilang di dalam doaku ya Allah aku sangat menyayangi Ibu dan Bapakku juga adik - adikku. Lindungi kami, kuatkan kami, berkahi kami, berikan kesehatan, panjang umur dan rejeki yang luas. Amin.

Saat anak - anak lain diwaktu kecil bermain dengan adiknya, aku ? aku hanya bisa sesekali bermain ketika bertemu mereka. Tau - tau udah gede dan yah time so fast, bulan ini aku harus nikah.

Menikah bukanlah pilihan didalam hidupku, tapi keputusan yang percaya gak percaya harus aku ambil. Memutuskan untuk menikah adalah proses yang mengharuskan aku untuk berdamai dengan segala keruwetan yang ada di pikiranku dan adat istiadat. Aku paling tidak suka dengan celoteh  basa - basi Kapan Nikah ? apalagi hal itu ditanyakan oleh orang yang tidak begitu akrab denganku, bukan teman mainku teman sekolah atau sekedar teman yang udah dari awal aku ngekos. Wkwkwk . Mungkin orang yang berkata seperti itu tidak berpikir atas apa yang dia ucapkan dan sejujurnya itu adalah kalimat yang paling tidak sopan di sepanjang abad ini. 

Sejauh ini aku merasa memiliki banyak teman - teman yang baik yaa setelah aku hijrah ke pare, sekolah di pare membuat aku menemukan banyak teman baik. Bukan berarti temanku waktu sd tidak baik, tapi karena durasi pertemanan yang sangat singkat sehingga membuat aku tak begitu akrab lagi dengan mereka dan ketika aku ketemu mereka lagi, mereka udah gak seasik dulu. yaudah aku memilih kepare untuk bertemu teman - temanku yang asik. 

Berdamai dengan diri sendiri sangat - sangat sulit, menurutku lebih mudah berdamai dengan musuh daripada berdamai dengan diri sendiri. Well, apakah aku pernah punya musuh ? Tentu pernah wkwk apalagi waktu jaman - jaman sering lomba dulu. Norak banget kalo pertandingan hahaha

Terdengar klasik tapi serius ini sulit dijelaskan, kenapa aku mau memutuskan menikah ? Jawaban yang seharusnya adalah yaa karena sudah waktu yang tepat. Aku tidak akan pernah merasa siap, sampai kapanpun karena aku tidak pernah menyiapkan sebelumnya. Huahaha 

Entah apa yang ada dipikiranku, aku pernah berpikir bahwa kebahagiaan itu bukan diukur dari orang itu menikah atau tidak, tapi dari bagaimana mensyukuri hidupnya sekarang. Toh belum tentu orang yang menikah lebih bahagia dari yang belum menikah.

Alhamdulillahnya, aku memiliki seseorang yang mencintai aku dan selalu nerima aku apa adanya. Memang benar, menikahlah dengan orang yang mencintai kamu bukan  yang kamu cintai tapi dia tidak mencintaimu. Aduh omong apaansih aku ini. Wkkwkw

Temen dekatku pasti tau, aku gimana orangnya kalo udah suka sama orang dan gimana sulitnya ngebuat aku suka sama orang. suka dalam artian asmara yaa wkkwwk 

Salah satu saudaraku bilang ke aku gini, "Wis talah Ga ndang rabio lak wis enek, bapak ibukmu selama ini kepikiran kok awakmu durung rabi. Lak awakmu rabi engko bapak ibukmu lak seneng". Kalimat itu yang setiap hari aku pikirkan. Ini sangat bertentangan dengan aku. Gapernah mau dengerin omongan orang, karena orang ga tau apa sebenernya terjadi Tapi kalimat itu nusuk banget dan membuat aku kepikiran. Ditambah lagi omongan orang di  sekitar rumahku yang bener - bener ngebuat sakit hati kalo umur 25+ belum nikah. Maklum sih aku tinggal di pedesaan yang umumnya 16 taun udah punya anak 1. Alhamdulillah, orang tuaku tidak berpikiran seperti itu dan selalu mendukung apapun keputusan anak - anaknya selama tidak melanggar aturan adat, agama dan negara.

Dari hasil aku kepikiran itu dan adanya seseorang yang sabar meski kadang menyebalkan naudzubillah akhirnya aku memberanikan diri dan berdamai dengan diriku kalau ya, sebagai manusia memang harus menikah dan menyenangkan orang tua.

Lihat bayi aja gak suka, karena menurutku anak kecil itu menyebalkan. 

Orang tuaku sudah berkorban banyak untukku, kalau aku gak mau nikah pasti mereka sedih dan kepikiran terus menerus. Kalau aku nikah, mungkin bakal enak juga karena ada temen yang tiap hari bisa ketemu. 

Sulit percaya kalau akhirnya, yaa bulan ini aku akan menikah. 

Terimakasih Ibu dan Bapak yang selalu mendukung apapaun yang terbaik untuk aku,   mengabulkan permintaanku dan mengorbankan apapun yang kalian miliki untuk aku. 

Terimakasih untuk semua temen - temenku yang selalu baik kepadaku, temenku yang selalu ngebales chat dan mesti bilang kapan nang pare, kapan ndek omah aku arep dolan, kapan ketemu, ah aku rindu, terimakasih juga temanku yang pernah nitipin hatinya ke aku dan  ngebuat aku nunggu bertahun - tahun tapi ternyata engak balik ke aku wkkww dan temanku yang pernah jadi yang akan jadi suamiku nanti karena berhasil membuat aku yakin kalau kamu akan selalu baik kepadaku dan akhirnya aku mau kamu nikahi.

Semoga perdamaian pikiran, hati dan kenyataan ini abadi sehingga aku akan baik - baik saja dan bahagia..
Februari 11, 2021 No Comments

Sebagian orang bertahan dengan pekerjaan yang dimilikinya karena tidak memiliki pilihan lain, sebagian orang lainnya menggeluti pekerjaannya karena sebuah perjanjian dan beberapa orang lainnya bekerja karena memang menyukai pekerjaannya.

Aku resmi mulai bekerja sejak September 2015. Kala itu aku tau info lowongan pekerjaan dari twitter aku apply, diinterview, diberikan tes teknis dan lolos. Pekerjaan resmi pertamaku ada di sebuah startup di Kota Malang. Waktu itu aku belum wisuda tapi selesai yudisium. Sebelumnya aku juga mengikuti berbagai job fair, interview di berbagai perusahaan, dan merasakan kesana kemari membawa map cokelat berisi surat lamaran, CV, foto formal, foto copy KTP, foto copy legalisir Ijazah dan transkpi nilai. waktu itu aku cukup percaya diri karena memiliki IPK 3,74 untuk jurusan Manajemen Informatika. Meskipun itu murni dari doa ibu dan bapakku serta kerja keras bapakku yang mencari uang untuk aku bisa bayar SPP, dan sangu kehidupanku sehari - hari. Se sulit - sulitnya aku kuliah, masih sulit bapakku mencari uang. 

Kalau ditanya apakah aku bangga dengan IPK segitu ? Tentu saja jawabannya adalah iya, aku bangga. Namun aku kecewa karena pernah suatu waktu aku mendapatkan interviewer yang menanyaiku gini, "Wah kamu cumlaude ya, namun sayang kami mencari yang range IPK maksimal 3,5".  dari situ aku berpikir, kenapa ya kok malah bilang gitu.  Hal ini akan aku bahas di tulisan selanjutnya karena kurasa kurang nyambung dengan judul. Hahahaa

Aku bekerja di startup yang waktu itu sedang mengembangkan produk utamanya adalah Software akuntansi, selain itu menangani berbagai software lainnya pesanan dari client. Rasanya berat untuk bekerja karena saat masuk aku wanita sendiri dan lebih tepatnya masih bocah, 22 tahun yang baru lulus kuliah. Harus berangkat pukul 08.00 WIB pulang seharusnya pukul 17.00 WIB namun karena banyak yang belum pulang, akhirnya harus pulang jam 22.00 WIB jarang sekali aku pulang tepat waktu pukul 17.00 WIB. Karena perasaan sungkan dan kadang karena lembur.

Enak nih lembur dapet tambahan gaji.

Big No!

Sama sekali aku ga pernah mendapatkan gaji lembur atau tambahan gaji, saat bekerja disana bener - bener yang gak tau apa - apa Aku ga pernah menceritakan hal ini kepada kedua orang tuaku karena aku takut mereka sedih. Dulu ekspektasiku saat kuliah adalah belajar dengan rajin, segera selesaikan kuliah supaya mendapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi.

Kenyataan memang berbeda dari ekspektasi, tapi aku tak menyesalinya karena dari bekerja disana aku mendapatkan pengalaman yang mahal. Semahal apa sih pengalamanku waktu itu ? Saking mahalnya tidak bisa dirupiahkan.

Oiya aku lanjut nanti aja deh karena sekarang aku harus kerja. Hihii


Desember 03, 2020 No Comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Blogger

About Me


Masih belajar ngeblog pake blogspot, biasanya cuma ngontent di berita orang dan lagi suka ngulik bikin website, kamu butuh bikin website dengan harga seusai budget ? hubungai aku aja.

Follow Us

Labels

Anti Ruam Flu Hidung Mampet hidup kenalan Kulit Sensitif lucu Masa Sekolah Nasehat pekerjaan Review Produk Bayi Rezvan Teman

recent posts

Arsip

  • ▼  2025 (11)
    • ▼  Oktober (1)
      • Hai Robby !
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (5)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (17)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
FOLLOW ME @haiarganding

Created with by Argandring | Support Theme By Argandring