facebook instagram linkedin
  • Salam Kenal
  • Profil
  • Kesehatan
  • Berita Terbaru
  • Kisah Lama
BLOGNYA ARGANDRING
Sekolah


Sejak 17 Oktober 2018 tulisan ini udah ada di draft, entah gatau kenapa belum aku publish. Waktu ngulik blog lagi, baru nggeh kalau ini masih di draft. Oke kali ini akan aku publish setelah hampir 2 taun ngendap di draft.

Sekolah adalah sebuah tempat yang bisa bertemu banyak teman sebaya, belajar berbagai hal terutama baca tulis, hitung - hitungan sederhana sampai lanjut, bahkan tak jarang di tempat sekolah biasanya orang bertemu dengan jodoh. Hahahaha

Sejak usia 5 tahun sudah harus pergi ke sekolah, sekolah adalah tempat yang menurutku wajib dikunjungi oleh anak - anak hingga remaja.

Setelah usia 17 tahun, sekolah tinggi dirasa optional karena banyak yang memilih melanjutkan hidup dengan bekerja karena bekerja bisa menghasilkan uang dan membuat kaya kemudian jika kaya bisa dipandang terhormat oleh orang lain. atau malah kadang sebelum 17 tahun sudah harus menikah demi menghilangkan predikat perawan tua, atau merasa menang dari teman - temen kalau udah nikah bisa nanya, "Kon kapan rabi". Ah ini skip ya ga usah dimasukkan hati.

Jujur saja aku pergi ke sekolah karena semua teman sebayaku pergi ke sekolah, dan kalau ditanya apa tujuanku ke sekolah. Tentu saja supaya dapat uang saku. Hahaha karena kalau dirumah saja tidak diberi uang saku. Dan tujuan ke dua adalah supaya bisa bermain di lapangan, dulu aku suka sekali bermain di lapangan, entah bermain volley entah cuma nonton anak bermain volley karena aku tidak jago mainnya sehingga harus nunggu di bangku cadangan. Yaa begitulah tujuan sekolahku dulu.

Setelah lulus MTs, aku diberi kebebasan memilih ke sekolah yang mana. Nah disitu aku harus menimbang matang - matang karena yang aku pilih akan menentukan jalan hidupku. Begitu kata Bapakku waktu itu. Berhubung aku penuh keraguan, akhirnya aku mendaftar di dua SMA sekaligus. Dulu untuk mendaftar sekolah harus di salah satu sekolah, kemudian ikut tes dan Nun dari sekolah sebelumnya juga ikut di pertimbangkan. Kebetulan, aku lolos dua - duanya di SMA yang aku pilih itu. Karena pengumuman di SMA 1 Pare lebih dulu dan aku masih ragu untuk diterima di SMA 2, maka orang tua ku harus membayar uang seragam dan uang gedung (dulu begitu istilahnya uang gedung). Ini adalah salah satu penyesalanku karena harus menyusahkan orang tua dengan membuang - buang uang karena pada akhirnya aku ketrima di SMA 2 dan uangnya tidak bisa diambil serta seragamnya tidak terpakai.

Dari situ aku terus memikirkan kesalahanku, dan berpikir untuk apa aku sekolah disini, kenapa aku harus ke sekolah. Sampai setelah lulus SMA aku pun harus melanjutkan kuliah. Di SMAku mayoritas melanjutkan kuliah adapun yang melanjutkan bekerja dulu kemudian pasti lanjut kuliah di tahun berikutnya berbeda dengan dilingkungan tempat aku tinggal, yang bahkan sekolah SMA saja kadang tidak mau.

Aku gagal di dua kali tes masuk kuliah, aku merasa desperate dan merasa ini adalah balasan karena dulu sudah menyia - nyiakan sekolah yang aku tinggalkan. Lucu sih kenapa ada pikiran kayak gini. Tapi ya namanya overthinking kan boleh - boleh saja.

Oke Next, karena sangat desperate dan aku merasa bodoh, gagal, dan lain sebagainya aku hampir saja minta tidak usah kuliah. buat apa kuliah dan seperti itulah. Karena teman - teman dari MTs dan SMAku yang sangat baik dan mendukung untuk mencari tempat kuliah yang masih buka pendaftaran serta Ibu dan Bapakku yang mendorong aku untuk harus tetap kuliah, beliau berkata kuliah itu penting. Orang kalau kuliah pikirannya terbuka, bisa menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang, bisa mendapatkan banyak networking dari berbagai penjuru daerah di Indonesia, makanya harus kuliah di tempat yang bagus dan diakui nasional meskipun aku adalah anak desa dan kalau bisa kuliahnya yang deket rumah.Ya begitulah kurang lebih nasihatnya waktu itu.

Aku memikirkan bagaimana biaya kuliah, apakah tidak memberatkan Bapak dan Ibuku ? bagaimanakah jika aku gagal dalam kuliah ? dan pemikiran buruk lainnya.

Orang Tua

Semuanya dibantah oleh Bapak dan Ibuku, bagaimanapun juga aku harus kuliah dengan menerima segala keadaan. Kuliah bukan untuk ningkatin gengsi, kuliah juga bukan untuk dipandang orang biar wah (karena di tempat aku tinggal taun aku daftar kuliah dulu masih jarang yang kuliah), kuliah juga bukan untuk membuat diri jadi kaya harta tapi kuliah menjadikan pemikiran lebih terasah, menjadi problem solver atas permasalahan di kehidupan mendatang. Begitulah penjelasan Ibu dan Bapakku yang sungguh diluar angan - anganku. Karena jujur, aku berpikir bahwa kuliah akan selalu memiliki output mendapatkan pekerjaan daripada orang yang tidak kuliah. Se pendek itu pemikiranku tentnag kuliah.

Dan setelah lima tahun lulus kuliah, semua yang diucapkan Bapak dan Ibuku sudah terbukti. Terimakasih Ibu dan Bapkku yang sangat - sangat luar biasa, meskipun tinggal di desa dan jauh dari kota tetapi selalu open minded, berwawasan luas, dan can't describe with any word.
Juli 23, 2020 No Comments
Jalani Aja


Kadang kalo malem gabisa tidur suka mikirin udah ngapain aja aku selama ini , kalo aku pikir udah 26 tahun hidup di dunia. Tujuan hidup ini untuk apa dan kenapa belakangan ini hidup terasa berat ? Setelah dua tahun belakangan ini, rasanya tidur dibawah jam 23.00 WIB itu sulit banget padahal udah kantuk. Penyebabnya adalah sering overthinking yang ga nemu solusinya.

Suka mikirin hidup berat ini sebabnya apa sih ? Banyak mimpi yang belum tercapai dan banyak asa yang belum bisa diwujudkan. Semua ide dan karya yang pernah ada hanya menguap tidak ada wujudnya.

Bekerja udah pindah - pindah tempat tapi selalu ngerasa engak enjoy dan selalu ada aja yang kurang di suatu pekerjaan itu. Entah ga cocok dengan job desknya, gak cocok dengan salarynya, ga cocok dengan tunjangannya, dan cuma sekali sih ga cocok dengan lingkungannya. Seumur aku bekerja mulai dari 2015 yang bener - bener kerja jadi karyawan gitu, aku cuma sekali dapet lingkungan yang ga enak dan so toxic for me. Alhamdulillahnya aku cuma 3 bulan disana, karena emang disuruh keluar sama seniornya. Hahahaa

Bersyukur banget ga berlama - lama disana, takut ketularan jadi toxic kayak orang itu. Bahkan saking aku bencinya gak kerasa kalo kadang aku juga toxic. Hahaha ngeri bangetkan kalo aku ikutan toxic.

Well, dari pekerjaan yang itu aku jadi lebih bersyukur dan lebih sering sambat. Kadang bersyukur karena pernah ada di lingkungan toxic jadi lebih aware sama diri sendiri intinya jangan sampe aku kek gitu soalnya selama yang belum aku sadari dulu - dulu pasti pernah jahat sama orang aku gamau bikin orang lain tersakiti lagi karena aku. Sambatnya aku selalu merasa sial, karena sejak kejadian itu aku nganggur selama 6 bulan, offcially 6 bulan jadi freelancer. Untungnya ga nganggur - nganggur banget lah ya masih ada pemasukan dari project - project. Sambil merenung dan mikir kenapa aku apes banget dapet pekerjaan yang cocok, jobdesknya sesuai yang aku sukai tapi dapet partner yang jahatnya kek keturunan dajjal. belum pernah ketemu sih cuma baca ciri - cirinya aj apas ngaji dan mirip kek doi.

Nah dari situ aku sadar, kalau hidup tuh jalani aja gaperlu banyak mikir, nanti gimana besok gimana kemarin aku kok gitu banget ya. itu ga perlu. Tinggal jalani aja pokoknya dan selalu berupaya melakukan yang terbaik. Biar kalau dapet kejadian ga menyenangkan lagi, bisa lebih legowo dan bisa dengan mudah bilang kalo itu belum rejeki. Karena bakal ada hikmah disetiap kejadian buruk.

Meskipun dapet pekerjaan yang kantornya ga sesuai harapan, gajinya dibawah gaji sebelumnya, yaudah syukuri dan jalani aja. Lakukan yang terbaik semaksimal kamu bisa, supaya nanti kalau di tempat baru jadi terbiasa melakukan yang semaksimal aku bisa. Ketika kerja yang terpenting adalah jalani aja, dan pilih pekerjaan yang emang suka ngerjainnya. Jangan pernah milih kerjaan yang kamu gabisa. Karena bekerja akan menyita seluruh waktu dan hidup dari pekerjaan itu. Misal dapet pekerjaan yang ga sesuai, ga usah ragu buat cabut. Cari yang sesuai dengan kesenanganmu, untuk awal - awal ga perlu mikirin gaji dulu. Karena gaji bakal ngikutin skill kok, intinya jalani aja apa yang ada saat ini.

Kok mbulet sih tulisanku kali ini, huhuhuhuu


Maapin ya lagi kacau nih pikirannya makanya nulisnya kek gini. Huhuuu lagi pengen ngepublish tulisan, next time bakal aku edit lagi kok. Hikls hiks

Juli 01, 2020 No Comments
Pekerjaan



Sangat melelahkan jika bekerja tidak sesuai dengan yang disukai. Pekerjaan harus ditemukan dan diasah supaya menjadi sebuah kebiasaan, akan tetapi jika dalam menjalaninya tidak merasa bahagia tentunya ada kesalahan saat memilih pekerjaan yang tepat untukmu. 

Pekerjaan dapat dipilih dan ditingalkan, apabila dalam menjalani merasa tersiksa maka tinggalkanlah karena pekerjaan akan menyita lebih dari separo waktu dalam sehari. Bekerja sesuai passion adalah mimpi semua orang, tapi tak semuanya bisa mendapatkannya. Maka dari itu dalam bekerja pilihlah sebisa mungkin ada hal yang menyenangkan ketika menjalaninya entah hanya untuk bertemu rekan kerja atau memang senang menjalani pekerjaan tersebut.

Selagi masih muda dan memiliki banyak waktu, boleh kiranya mencoba berbagai jenis pekerjaan yang berbeda dan manfaatkan setiap momen berharga. Karena waktu itu seperti pedang, jika tidak dapat menggunakan pedang dengan baik, maka pedang itu akan melukai si penggunanya. 

Jangan pernah menyesal atas kegagalan ataupun kesalahan karena penyesal hanya akan membuat tepuruk, banyak hikmah yang bisa diambil dalam setiap kegagalan atau kesalahan untuk tidak terulang lagi dimasa depan. 

Hal yang paling jauh dalam hidup adalah masa lalu, sedangkan yang paling dekat adalah kematian. Maka saat bekerja ingatlah bahwa hidup tidak semata - mata hanya untuk bekerja namun juga untuk mempersiapkan kematian.

Bekerjalah yang membuatmu dekat dengan sang pencipta, bukan bekerja yang menjauhkan dengan sang Pembuat Hidup. Apabila pekerjaanmu saat ini menyita lebih banyak waktu sehingga membuatmu jauh dengan NYA maka tak sepantasnya berlama - lama bertahan dengan pekerjaan saat ini. Pindahlah dan carilah pekerjaan yang mendekatkan pada Allah.


Juni 12, 2020 No Comments
berdoa



Selama dua tahun belakangan ini, aku sering memikirkan tentang bagaimana aku hidup apa saja yang sudah kulakukan selama hidup lalu untuk siapa aku hidup ?

Pertanyaan sulit yang hingga detik inipun sulit aku temukan jawabannya.
Bahkan aku belum menemukan jawabannya di bangku sekolah selama 20 tahun.
Jawaban itu semua harus kudapatkan dengan susah payah setelah dewasa. Sebenarnya itu hal yang mudah bagi siapa saja yang sudah tahu tujuan hidupnya untuk apa. Namun buat aku yang selalu mencoba, gagal, lalu mencoba lagi adalah hal sulit. Ini lebih sulit dibandingkan dengan pertanyaan dosen penguji saat skripsi. Sama sekali tidak bisa dibandingkan.

Baru kemarin malam sepertinya aku hampir menemukan jawabannya

Hidup adalah perjuangan, hidup adalah sebuah proses yang berkepanjangan. Jangan berhenti karena lelah, tapi berhenti ketika sudah selesai. Selama masih hidup, perjuangan akan selalu ada. Orang - orang yang tidak mau berjuang selama masih hidup, maka tak selayaknya orang ini disebut masih hidup.


Ada beberapa orang yang hidupnya digunakan untuk berjuang demi negaranya, ada juga beberapa lainnya yang mendedikasikan hidupnya untuk kaum atau umatnya, ada lagi yang hidupnya adalah memperjuangkan keluarganya. Sementara aku yang hanya berjuang untuk hidupku sendiri, kadang masih sering mengeluh bahwa hidup terlalu berat. Setelah ku renungkan lagi, aku mengeluh bukan terlalu berat tapi hidupku bukanlah yang seperti aku ingini dan sungguh membosankan berjuang untuk diri sendiri.

Lima tahun ini, aku sibuk berpikir dan mencoba berbagai jenis pekerjaan di beberapa perusahaan juga startup yang berbeda. Tujuanku adalahuntuk mencari tahu bagaimana seharusnya aku menjalani hidup sebagai orang dewasa. Nyatanya ini sulit, benar kata bapakku. Hidup semakin lama semakin sulit, maka dari itu harus selalu mendekatkan diri kepada Allah supaya dikuatkan sehingga menjadi lebih mudah.

Lima tahun ini, aku belum merasa benar - benar bahagia dengan pekerjaan yang aku jalani. Terlebih di tahun akhir tahun 2018 hingga akhir 2019. Kurasa itu adalah tahun yang memberiku banyak pelajaran. Apapun yang terjadi dan inti dari hidup ini adalah harus terus berjuang dan harus menang. 

Sebagai manusia, diberi fisik dan pikiran yang sempurna. Semua hanya tingal aku olah sesuai ilmu yang selama ini sudah aku dapatkan baik di bangku formal maupun non formal. Aku sungguh rindu, berkelana di alam bebas. Aku sungguh ingin bertemu dengan beberapa orang ditempat baru dan berbagai banyak hal. 

Jika itu adalah tujuan hidupku selanjutnya, maka aku akan berjuang untuk memenangkannya. Setelah itu, aku akan berjuang lagi untuk membahagiakan keluargaku. Sejujurnya aku sejak kecil berkeinginan untuk mengabdi pada negara, entah menjadi tentara atau menjadi abdi negara. Dan hal itu kurasa mustahil karena fisikku yang kurang sesuai persyaratan, namun aku salah. Itu hanya alasanku untuk tidak mau berjuang dan aku telah melakukan kesalahan besar karena mencari alasan seperti itu. Di dunia ini semua menjadi mungkin ketika ada niat, diperjuangkan, dan berdoa. 

Jadi aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama di kehidupanku mendatang, menyesal sangatlah tidak enak. Aku akan berlatih, berjuang, dan berdoa untuk memenangkan kehidupan ini meski saat ini hanya demi diriku sendiri. Setidaknya, aku adalah manusia yang apabila tidak bisa bermanfaat untuk orang lain maka aku tidak boleh menyusahkan orang lain. Karena setiap orang sudah memiliki bebannya sendiri. 
Juni 10, 2020 No Comments
Sumber Gambar : unsplash https://unsplash.com/photos/TS5Pi8jqJZY

    
   
  Selama ini aku belum pernah sekalipun nyobain kenalan dengan orang baru buat tujuan baper - baperan. atau kenalan dalam tanda kutip. Hahaha bisa dibilang FWB (Friend With Benefit). Lah kenapa kok FWB ? Ya karena dalam kenalan berharap ada benefit yang bisa diambil termasuk saling mengisi chatroom yang cuma diisi oleh kicauan grup WA atau kadang malah gak ada yang chat sama sekali. Oiya perlu ku sampaikan bahwa yang aku tulis kali ini bukan murni curhatanku doang, tapi dihimpun dari berbagai sumber seperti sambatan orang di timeline social mediaku, beberapa curhat colongan temen, dan beberapa lainnya lagi emang sih berdasarkan pengalaman pribadi. Intinya ini adalah himpunan kisah senada mengenai asmara - asmara yang belum tentu mau dibawa kemana.

    Oke deh, langsung aja sesuai judulnya aku bakal cerita tentang prosesi PDKT yang emang sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu bukan berawal dari temen kek lagunya Zigas yaa.

    Biasanya tahap pertama itu saling menyapa dan masih malu - malu, kadang salting kalo balesnya cepet, dan suka mikir kalo ku jawab gini, nanti bakal dibales lagi gak ya. Kalau ku jawab gini, doi bakal nanya lagi gak yaa. Duh gimana ya supaya bisa jawab yang kesannya seru, supaya doi bakal balesi lagi. Yang suka mikir kek gini cewek sih, gatau kalau cowok gimana ya dan di tahap ini disebut CARI TOPIK. Cowok lebih sering membuka topik obrolan dan menyapa lebih dulu. Meskipun cuma nyari topik, ini juga gampang - gampang susah harus sering - sering praktek, hahahaa 

BACA JUGA :
  • Kapan Kita Duduk Bersama ?
  • Mas Tehnya Udah Jadi, Kok Malah Pergi.
    Bahasan topik bisa jadi panjang dan sampai kemana - mana, kalau udah berhasil sampai di tahap ini dan bisa ngerasa NGOBROL NYAMBUNG bakal gampang sih buat kedepannya. Dimulai dari topik receh, topik agak berbobot, dan jawabannya tinggal disambung - sambungin aja sih. Sebenernya dari sini udah mulai kelihatan sih nyaman apa engak gobrol sama doi. Bisa dilihat dari bagaimana responnya dari doi, kecepatan balesnya doi, dan ketika doi bales lama doi minta maaf dan ngejelasin abis ngapain atau engak. Hal ini ribet tapi biasanya cewek suka diginiin. Kalau ga perlu ngejelasi abis ngapain cukup bilang sorry baru bales, gitu aja udah cukup membahagiakan sih kalau bales lebih dari empat jam.

    Kalau masih lanjut dan asik ngobrolnya bisa ke tahap CURHAT. Di tahap ini udah pasti satu sama lain merasa nyambung ngobrol apa aja, dan biasanya nih biasanyaa cowoknya mulai mancing si cewek target untuk cerita ke dia. Hal ini cuma dilakukan sama cowok - cowok yang emang udah ahli ngebikin cewek nyaman dalam hitungan hari. Karena emang pada dasarnya cewek paling suka ditampung curhatannya. Persis dah kayak lagunya ada band, karena wanita ingin dimengerti. Hahahaha. Apapun curhatannya tampung aja, kalaupun gabisa jawab atau ga bisa nyaranin apa - apa cukup jawab, "aku tau kok diposisi kamu sulit, tapi aku akan ada buat kamu". Jawaban menye - menye kek gitu cewek suka. Meskipun kadang si cewek tau kalau itu cuma buat nenangin doang dan bisa ngebuat lupa sejenak sama masalahnya. Intinya cewek suka digombalin meskipun tau mulut cowok banyak palsunya. Hahahaa

    Udah mulai curhat, udah meraasa nyaman, dan udah ngobrol sana - sini. Mulai ada rasa yang tak biasa di salah satu pihak. Tapi gak selalu sih, cuma  kadang rasa saling nungguin chat aja sih ya. 

Bersambung . . . .
    



Mei 21, 2020 No Comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Blogger

About Me


Masih belajar ngeblog pake blogspot, biasanya cuma ngontent di berita orang dan lagi suka ngulik bikin website, kamu butuh bikin website dengan harga seusai budget ? hubungai aku aja.

Follow Us

Labels

Anti Ruam Flu Hidung Mampet hidup kenalan Kulit Sensitif lucu Masa Sekolah Nasehat pekerjaan Review Produk Bayi Rezvan Teman

recent posts

Arsip

  • ▼  2025 (11)
    • ▼  Oktober (1)
      • Hai Robby !
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2024 (5)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2021 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (17)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (2)
FOLLOW ME @haiarganding

Created with by Argandring | Support Theme By Argandring